Umum

Kasus Melonjak, Klaten Siapkan Isolasi Terpusat di Tiap Kecamatan

Klaten, saktenane.com
Menanggapi lonjakan covid 19 di Kabupaten Klaten hampir sepakan terakhir hingga menyentuh angka kumulatif 14.457 kasus, Bupati Sri Mulyani akhirnya mengambil langkah untuk menyiapkan isolasi terpusat di 26 kecamatan. Tidak hanya sekedar wacana, secara tegas di acara Rakor Penanganan Covid 19 di Pendopo Agung Setda Klaten,Rabu (30/06/2021), kepada para camat, Bupati memerintahkan agar segera dipersiapkan lokasi, sarana dan prasarana kesehatan dan operasionalnya melibatkan tenaga medis dan potensi masyarakat.

“Dengan adanya kasus ini, kita harus mengambil tindakan memaksimalkan isolasi terpusat di tingkat kecamatan. Kriteria lokasi diusahakan jauh dari lingkungan masyarakat. Perhatikan segi kenyamanan untuk menghindari kontak erat dengan masyarakat yang sehat,” jelas Bupati.

Kemudian untuk memenuhi sarana dan prasarana isolasi terpusat yang masih kurang, bupati minta kepada camat berperan aktif mencari solusi mengatasi kendala tersebut. Salah satunya adalah menggerakan semangat gotong royong.

“Di situ (kecamatan) ada desa, ada orang mampu, ada perusahaan. Manfaatkan sistem gotong royong. Jadi setiap desa bisa setor bed dua. Dengan fasilitas yang ada disitu yang cukup untuk isolasi seperti apa. Undang kepala desa dan setiap desa di Klaten pasti yo ono wong sugih atau orang mampu. Pasti bisa dan mau kalau diajak rembugan menyiapkan isolasi terpusat. Jadi isolasi terpusat tidak hanya sekedar setor lokasi, tapi bagaimana dari teknisnya nanti tidak membuat para pasien positif Corona ini tidak mlayu nyangdi-nyangdi (lari kemana-mana)” tandas Bupati.

Selanjutnya yang juga menjadi perhatian dalam rakor kali ini adalah terkait dengan rendahnya disiplin masyarakat meskipun sudah dibuat aturan-aturan tegas melalui Surat Edaran Bupati terutama diwilayah pelosok.

“Bahwa disini ada titik kelemahan kedisiplinan dari masyarakat kita. Untuk itu, saya minta tolong kepada camat untuk mengumpulkan seluruh kepala desa, agar jogo tonggo-nya dimaksimalkan. Karena kepatuhan, kaitannya dengan kasus yang semakin hari semakin panjang ini bukan karena lemahnya di kontrol pemerintah, namun ada kelemahan di kedisiplinan masyarakat kita. Kalau perlu kita datangi dan segera membuat isolasi terpusat didaerah tersebut. Kita ambil orang di daerah dengan kasus yang banyak dan kita tempatkan di isolasi terpusat, insyaallah efek jera masyarakat kita akan ada,” tegasnya.

Menyinggung penyebab lonjakan kasus covid 19, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito menerangkan ada empat faktor pengungkit. Faktor ini pentign dipahami sebagai bahan evaluasi bersama.

“Yang pertama adalah efek libur lebaran, dimana mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kedua ditengarai adalah varian baru yang masuk ke Indonesia penyebarannya lebih cepat dan dampaknya yang besar.Ketiga yang tidak kita rasakan adalah eforia (kegembiraan) pasca divaksin. Jadi setelah menerima vaksinasi, beberapa masyarakat merasa kebal sudah merasa imunitasnya tinggi sehingga abai terhadap protokol kesehatan. Dan keempat adalah kejenuhan masyarakat dalam menghadapi situasi Covid ini,” terang Ronny.

Terkait ketersediaan tempat isolasi terpusat tingkat kecamatan Ronny menyampaikan, beberapa kecamatan sudah siap menyediakan tempat isolasi, namun disisi lain masih ada beberapa kecamatan belum bisa menyediakan karena terkendala sarana prasarana berupa kasur dan MCK.

“Kita akan terus pantau kesiapan di lapangan. Kesulitan yang ada agar para camat segera lapor. Nanti kita coba carikan solusinya. Kata kunci kita harus kerja bareng dan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat,” pesannya.

Add Comment

Click here to post a comment