Umum

IPPK Klaten Canangkan Kampung Tangguh Narkoba di Plawikan

Klaten, saktenane.com
Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) dan Forum Masyarakat Anti Narkoba (Formas Annar) Kabupaten Klaten, dengan mengusung tag line “Mengabdi Tiada Henti, Peduli Dan Berbagi”, kembali menginisiasi pencanangan Kampung Tangguh Narkoba di Desa Plawikan Jogonalan, Kamis (23/09/2021) di Balai Desa setempat, sebagai bentuk kepedulian terhadap program strategis pemerintah, yaitu penanggulangan narkoba.

“Sebagai peran serta masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan narkoba, bahwa (sesuai) instruksi Kapolri masing-masing desa supaya membentuk Kampung Tangguh Narkoba. Diperkuat instruksi dari Mendagri agar desa itu membentuk Desa Bersinar, desa bebas narkoba,“ jelas Djoko Sutrisno Ketua IPPK Kabupaten Klaten.

Menurut Djoko Sutrisno, pihaknya menargetkan tahun ini ada lima desa mencanangkan Program Kampung Tangguh Narkoba. Yang pertama adalah Desa Bonyokan Jatinom diawal Sepetember lalu, kemudian sekarang Desa Plawikan Jogonalan ini. Selanjutnya adalah Desa Trunuh Jogonalan, Desa Barepan Cawas, dan terakhir di Desa Blanceran Karanganom. Rencananya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah akan hadir di salah satu pencanangan Kampung Tangguh Narkoba tersebut.

Terkait kriteria pembentukan Kampung Tangguh Narkoba, Joko Sutrisno menyebutkan, idealnya kampung yang dicanangkan tidak ada pengguna maupun pengedar narkoba.

“Seandainya adapun itu nanti justru tugas daripada pihak desa dan relawan. Karena (itu) nanti harapan saya dari pemuda, karang taruna, dan ibu-ibu PKK membentuk relawan anti narkoba yang akan mengawasi jangan sampai masuk kasus narkoba, seandainya ada dia harus direhabilitasi (dan) dibina, tidak dikucilkan,” imbaunya.

Sementara itu Kasat Res Narkoba AKP Mulyanto saat membacakan sambutan Kapolres Klaten menyampaikan, narkoba bisa merusak kesehatan, serta mengakibatkan efek kecanduan bagi penggunanya. Saat ini narkoba terus berkembang sehingga muncul berbagai jenis narkoba baru.

Menurutnya, peredaran narkoba berasal dari jaringan internasional, melalui gembong narkoba dan kurir, dikemas rapi dan diedarkan hingga kepelosok.

“Dengan cara-cara peredaran (narkoba) tersebut, para generasi penerus bangsa akan mengenal dampak dari penyalahgunaan narkoba. Dengan seiring waktu (maka) akan terbentuk pola pikir untuk menjauhi penggunaan narkoba, mempunyai kekuatan imunitas diri dalam melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kesbangpol Dodhy Hermanu dalam amanatnya membacakan sambutan Bupati Klaten menyampaikan, penyalahgunaan narkoba adalah masalah yang sangat membahayakan generasi muda. Atas dasar tersebut maka kegiatan pencanangan ini penting untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba. Mengingat penyalahgunaan narkoba yang berdimensi luas hingga mengancam masa depan dan kelangsungan bangsa, maka diperlukan gerakan yang serius, konseptual, terpadu, serta arif, dan bijaksana.

“Bangunan kesadaran masyarakat inilah yang bisa dengan efektif, dapat memerangi peredaran gelap narkoba. Mulai detik ini kita semua harus berupaya dalam pencegahan dan penyadaran, utamanya kepada generasi muda tetang bahaya laten narkoba. Untuk itu mari kita bersama-sama menyatukan tekad memerangi penyalahgunaan narkoba, mari kita bangun tekad untuk mencetak generasi anti narkoba dari kalangan kita sendiri, dan dengan tekad inilah insyaallah akan terwujud masyarakat bebas menyalahgunakan narkoba,” ucapnya.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Jawa Tengah Ginung Yudianto mengungkapkan, pencanangan Kampung Tangguh Narkoba ini merupakan salah satu realisasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, dan ditindaklanjuti dengan Permendagri Nomor 12 Tanum 2019 yang mengamanatkan dari tingkat kementerian hingga tingkat desa untuk memfasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor (penyedia bahan) Narkotika (P4GN), mengingat peredaran narkotika sudah merambah hingga tingkat desa, dengan sasaran bukan lagi kaum muda sampai dewasa, namun sudah menyasar hingga anak-anak.

“Ini merupakan sinergi sangat baik yang dilakukan IPPK Klaten ini untuk membentuk desa-desa Bersinar, setelah tahun lalu IPPK Klaten menyelenggarakan Sekolah Bersinar, dengan memberikan sosialisasi bahaya narkoba kepada beberapa sekolah di Klaten ini,” terang Ginung.

Dirinya berharap sinergitas tetap terjalin mengingat pencegahan penyalahgunaan peredaran narkoba tidak bisa dilaksanakan sendiri, namun membutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat yang ada, sehingga BNNP terus mendorong masyarakat untuk tergerak hatinya menanggulangi bersama penyalahgunaan narkoba. (ino)

Add Comment

Click here to post a comment