Yaqowiyu, Menko Perekonomian Ikut Sebar Ribuan Apem

Klaten, saktenane.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem untuk diperebutkan ribuan warga yang sudah berjubel pada acara tradisi Saparan Yaqowiyu tahun 2026 ini.

Airlangga Hartarto selalu menyempatkan untuk selalu hadir dalam acara tersebut, dikarenakan beliau adalah keturunan dari Ki Ageng Gribig, seorang ulama besar dan penasihat spiritual Sultan Agung dari Mataram yang menyebarkan Islam di Jatinom, Klaten.

Hubungan darah ini mengalir melalui sang ayah, Hartarto Sastrosoenarto (Menteri era Orde Baru), yang secara turun-temurun merawat makam dan melestarikan tradisi leluhur tersebut.

Sedangkan Tradisi Saparan Yaqowiyu adalah tradisi sebar kue apem di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten,Jawa Tengah.

Tradisi ini yang berupa kirab budaya, doa bersama, dan perebutan ribuan kilogram kue apem. Tradisi ini diadakan tiap bulan Sapar untuk memperingati jasa tokoh penyebar Islam, Ki Ageng Gribig.

Asal usul Yaqowiyu dimulai pada abad ke-16 atau ke-17 oleh Ki Ageng Gribig yang membagikan oleh-oleh kue dari Makkah, lalu dibuat dalam jumlah besar oleh istrinya agar bisa dibagikan kepada banyak orang.

Dalam Tradisi Saparan Yaqowiyu tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,ribuan warga memadati Oro-oro Sendang Klampeyan, kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, Jumat (31/07/2026) siang.

Teriknya sinar matahari siang, tak menyurutkan semangat lautan manusia dari berbagai daerah itu untuk menunggu tradisi sebaran apem yang menjadi puncak Tradisi Yaqowiyu.

Tradisi sebaran apem dimulai setelah salat Jumat di Masjid Gedhe Jatinom. Dua gunungan berisi ribuan apem diarak menuju Siti Hinggil Oro-oro Sendang Klampeyan.

Usai berdoa bersama, ribuan kue apem disebar kepada warga yang telah menunggu. Penyebaran apem juga dilakukan dari dua menara yang berada di tengah Oro-oro Sendang Klampeyan.

Di tahun ini, terkumpul sekitar 65.000 keping kue apem yang merupakan hasil sumbangan warga.

Ketua Dewan Pembina Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG), Muhammad Daryanto menyampaikan,tradisi ini merupakan warisan budaya dari Ki Ageng Gribig, tokoh penyebar ajaran Islam pada era Mataram Islam, yang telah berlangsung selama lebih dari empat abad yang digelar setiap Bulan Sapar dalam penanggalan Jawa.

Adapun pelaksanaan sebaran apem selalu dilakukan usai salat Jumat.

“Tradisi ini bukan sekadar perayaan tahunan, namun juga warisan dakwah yang diajarkan oleh Ki Ageng Gribig,” ujarnya.

Perayaan tradisi ini turut dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang mendampingi Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, jajaran Forkopimda Klaten, dan perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten, Mas Hamenang menyatakan, perayaan tradisi Yaqowiyu tahun ini terasa lebih istimewa karena digelar tak lama setelah Hari Jadi Klaten ke-222 yang diperingati pada Selasa (28/07/2026) lalu.

Menurut Hamenang, ajaran luhur yang disampaikan Ki Ageng Gribig harus terus diteladani masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten.

“Terkhusus pada perayaan tradisi Yaqowiyu ini, semoga kita bisa terus meneladani nilai dan ajaran Ki Ageng Gribig. Sehingga di momen ini, kita tidak hanya merayakan sebaran apem, tapi bagaimana kita bisa meneladani sosok sang ulama yang mewariskan tradisi ini,” jelas Hamenang. (i&o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *