Politik

Merasa “Nge-Klik” Dengan Yoga Hardaya, IPPK Klaten Dukung Mulyo

Klaten, saktenane.com

Merasa “nge-klik” dengan Yoga Hardaya, IPPK Klaten dukung pasangan Mulyo dalam pilkada Klaten 2020 nanti. Hal ini terungkap saat kegiatan silaturahmi dan sosialisasi pilkada yang diselenggarakan oleh Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Klaten, yang dilaksanakan di rumah makan Soto Mbah Darmo Klaten, Rabu (14/10/2020) pagi.

Acara yang dihadiri oleh pengurus cabang IPPK Klaten dan pengurus ranting se-Kabupaten Klaten ini dihadiri calon wakil bupati dari pasangan Mulyo, Yoga Hardaya.

Dihadapan para pengurus IPPK, Ketua IPPK Kabupaten Klaten, Djoko Sutrisno menyampaikan, tugas bupati dan wakil bupati yang akan datang sangat berat. Sebagai pemimpin dimasa pandemi tentu saja dibutuhkan pemimpin yang sudah berpengalaman. Banyak tugas berat menanti, termasuk permasalahan pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kalau Mulyo kan sudah berpengalaman, Ibu Sri Mulyani sudah pengalaman, Mas Yoga juga sudah berpengalaman menjadi wakil ketua DPRD.Kalau memang selama ini ada kekurangan ya disempurnakan, jangan diganti,” tandasnya.

Menurut Djoko Sutrisno, IPPK yang konsen terhadap pendidikan tentu saja harus memilih pemimpin yang paham betul tentang pendidikan. Pemimpin yang mau memikirkan dan berbuat untuk pendidikan generasi penerus bangsa.

“Mas Yoga ini 7,5 tahun berada di komisi yang membidangi pendidikan, jadi sudah paham mengenai pendidikan, dan sudah “nge-klik” dengan kita,” ujarnya.

Sementara itu calon wakil bupati dari pasangan Mulyo, Yoga Hardaya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada IPPK Klaten yang telah menyatakan dukungannya terhadap pasangan Mulyo. Ia berharap nantinya IPPK selalu memberikan saran dan masukan demi majunya dunia pendidikan di Kabupaten Klaten.

” Saya dan Pak Djoko ini dulu adalah mitra kerja, Pak Djoko kepala dinas pendidikan, saya 7,5 tahun di komisi 4 yang membidangi pendidikan. Saya mengenal Pak Djoko sebagai sosok yang jujur dan bersih,”ungkap Yoga.

Ia menambahkan, sewaktu Pak Djoko Sutrisno menjabat menjadi kepala dinas pendidikan, berhasil membangun 450 gedung sekolah baru. Dan semuanya tidak ada permasalahan dan tidak ada pemeriksaan dari aparat penegak hukum.

” Kalau yang menjadi kepala dinas bukan orang yang jujur dan bersih, mungkin akan lain jadinya. Dan terbukti Pak Djoko waktu masih menjabat dan sekarang sudah pensiun rumahnya ya hanya itu saja, tidak ada yang disembunyikan. Saya akan meneladani jiwa kepemimpinan Pak Djoko, saya tidak akan nekoneko,” imbuhnya. (ino)