Umum

Kades Sribit: Kebahagiaan Petani itu Musim Kemarau Tidak Kekurangan Air

Klaten, saktenane.com

Kebahagiaan bagi para petani itu sederhana, yakni disaat musim kemarau lahan sawahnya tidak kekurangan air dan saat musim penghujan tiba, sawahnya tidak kelebihan air. Hal itu disampaikan Kepala Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Alibi pada acara Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat (PPM) Dalam Pengelolaan Irigasi Tahun 2021, Selasa (16/03/2021) pagi.

Acara yang di gelar di aula kantor Desa Sribit ini, diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo dengan mengundang kepala desa dan ketua P3A yang berada di wilayah daerah irigasi (DI) Plosowareng. Acara tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hartanto.

Kades Sribit, Alibi mengatakan, petani itu bahagia, ketika bisa memanfaatkan air, yakni disaat musim kamarau tidak kekurangan, dan saat musim hujan tidak kelebihan air apalagi sampai kebanjiran.

“Bagaimana caranya, ya kita harus selalu menjaga saluran air agar bisa mengalir lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini kendala di aliran DI Plosowareng yakni banyak rumpun bambu yang mengganggu dan sedimen di aliran sungai sangat luar biasa menumpuk.

“Sedimen ini menjadi masalah disaat kemarau maupun musim penghujan. Banyak juga warga yang mendirikan kandang maupun bangunan yang lain di sepadan sungai, sehingga sangat menggangu aliran sungai,” ungkapnya.

Ia berharap, dari SDA Bengawan Solo untuk memperhatikan hal tersebut, karena sedimen sangat menyulitkan petani dalam memperoleh air disaat kemarau dan menyebabkan air limpas di saat musim penghujan.

Sementara itu, Ketua P3A Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Rawanto (53) meminta supaya saluran-saluran irigasi kecil yang terdampak jalan tol untuk diperhatikan, karena wilayahnya sebagai penyangga pangan di Kabupaten Klaten.

“Bangunan talud irigasi sudah banyak yang rusak, walau dibangun dalam waktu yang belum lama,” tandasnya.

Kepala Balai PSDA Bengawan Solo, Sucipto menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah para petani agar dengan kesadaran penuh untuk ikut dalam pengelolaan jaringan irigasi DI Plosowareng yang mengairi kurang lebih 1100 Hektar lahan pertanian yang berada di 19 desa dan 2 kecamatan, yakni Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Delanggu.

“Harapannya, masyarakat bisa ikut mengelola dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri dan tentunya akan menjadikan hasil pertanian lebih baik,” ucapnya. (ino)

Add Comment

Click here to post a comment