Politik

Partai Golkar Klaten Batalkan Koalisi Dengan PDI-P

Klaten, saktenane.com

Partai Golkar Klaten Batalkan Koalisi dengan PDI-P Klaten, karena salah satu kadernya tidak direkomendasi DPP PDI Perjuangan untuk menjadi calon wakil bupati.

Turunnya rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk cabup cawabup dari PDI-P Klaten yang jatuh pada Sri Mulyani -Aris Prabowo membuyarkan harapan Partai Golkar agar salah satu kader terbaiknya Yoga Hardaya bisa mendampingi Sri Mulyani maju di pilkada 2020.

Jum’at (21/02/2020) DPD Partai Golkar Kabupaten Klaten mengadakan rapat pleno yang diperluas dengan Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se kabupaten Klaten di Kantor DPD Golkar Klaten untuk membahas langkah langkah dan kebijakan partai selanjutnya dalam menghadapi Pilkada Klaten Tahun 2020.

Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Yoga Hardaya kepada awak media menyampaikan bahwa hasil rapat pleno DPD Partai Golkar kabupaten Klaten memutuskan untuk menganulir keputusan Yang sudah diputuskan Partai Golkar pada bulan September tahun 2019 untuk berkoalisi dengan dengan PDI-P.

” Berdasarkan hasil rapat dengan teman teman tadi Surat Keputusan yang dibuat pada bulan September tahun 2019 dianulir, jadi tidak ada lagi koalisi dengan PDI-P Klaten dalam rangka pilkada 2020,” jelasnya.

Yoga Hardaya mengatakan perintah dari Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah yang tadi dihadiri oleh wakil ketua DPD I Bapak Anton Lami Suhadi memerintahkan untuk dibuka pendaftaran bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati. Namun karena Partai Golkar Kabupaten Klaten ini hanya mendapatkan 7 kursi sehingga tidak bisa mendaftarkan sendiri, maka sebagai syarat bakal calon bupati yang mendaftar di partai golkar sudah harus membawa dukungan dari partai lain minimal 3 kursi supaya bisa terpenuhi menjadi 10 kursi.

“Partai Golkar sendiri sudah punya modal 7 kursi jadi kurang 3 kursi lagi supaya genap 10 kursi untuk bisa mendaftar, intinya itu,” paparnya.

Yoga Hardaya menambahkan pertimbangan dianulirnya keputusan berkoalisi dengan PDI-P karena tidak ada komunikasi dan ada wacana serta keinginan teman teman dengan modal 7 kursi di dalam perhelatan ini partai golkar akan bekerjasama dengan partai partai lain untuk mengusung calonnya sendiri.

Sementara Ketua DPC PDI-P Klaten, yang juga bakal calon bupati dari PDI-P, Sri Mulyani kepada awak media Jum’at(21/02/2020) menyatakan, Partai Golkar sendiri yang dulu langsung menyampaikan ke DPC bahwa siap untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan Sri Mulyani saat itu, dan menyatakan sikap dan kalaupun tidak digandeng sebagai wakil bupatipun tetap akan berkoalisi dengan PDI-P.

” Lha kalau saya orang jawa ya pegang apa yang sudah dikomitmenkan bersama ini, apalagi kalau di partai golkar sendiri kan sudah ada hitam diatas putih, pernyataannya sudah sampai ditingkat provinsi yang menyetujui,”ujarnya.

Sri Mulyani mengungkapkan partai golkar adalah partai yang sangat besar, harusnya sangat sayang kalau hanya mementingkan rasa sakit hati namun akan membawa elektabilitasnya golkar akan diragukan, karena sudah menyatakan mendukung tapi ternyata dalam perjalanannya tidak menggandeng PDI-P dan pindah haluan.
(ino)

Add Comment

Click here to post a comment