Umum

IPHI Harus Menggarap Bisnis dan Ekonomi

Yogyakarta, saktenane.com

IPHI harus menggarap bisnis dan ekonomi. Demikian dikatakan Ketua Umum PP IPHI Ismed Hasan Putro, ia mengingatkan agar pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) tidak hanya mengurusi masalah keagamaan saja, tetapi juga menggarap bidang ekonomi dan bisnis. Sebab bidang ini sekarang dikuasai konglomerat yang tidak pernah membayar zakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PP IPHI pada acara pelantikan Pengurus Wilayah IPHI DIY di Gedung Student Center Al-Azhar Jalan Ringroad Utara, Sabtu (19/09/2020).

Menurut Ismed Hasan Putro, di Indonesia ada 10 konglomerat yang menguasai perekonomian. Dari jumlah itu hanya satu yang muslim, sedang yang 9 non muslim, sehingga tidak pernah bayar zakat.

“Sudah lama pengusaha pribumi dan muslim tidak muncul. Padahal potensi ekonomi dari kaum muslimin sangat besar. Karena itu IPHI harus bisa menangkap peluang ini,” ungkapnya.

Ismed Hasan Putro mengatakan, belum lama ini juga dibuka impor 4 ribu ton beras untuk menurunkan harga beras dalam negeri. Meski kenyataannya harga beras tidak turun.

“Dalam tempo sekitar empat bulan konglomerat yang melakukan ekspor beras meraih keuntungan lebih dari 10 triliun rupiah,” ujarnya.

Acara Pelantikan PW IPHI DIY diawali dengan pembacaan ikrar yang dibacakan seluruh pengurus PW IPHI DIY. Kemudian dilanjutkan pelantikan oleh Ketua Umum PP IPHI Ismed Hasan Putro diteruskan dengan penyerahan pataka IPHI kepada Ketua PW IPHI DIY, HA Hafidh Asrom.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Sekjen IPHI Pusat HM Samidin Nashir, Gubernur DIY yang diwakili oleh Kepala Biro Bina Mental Spiritual Pemprov DIY Maladi, Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhy Gunawan, pengurus MUI DIY KH A Malik Madany dan sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat di DIY. (ino)