Klaten, saktenane.com
Warga Klaten dibuat resah oleh kabar yang beredar luas pesan WhatsApp berisi link pendaftaran Program Keluarga Harapan (PKH) dengan janji bantuan Rp2 juta.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DissosP3APPKB) Kabupaten Klaten memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
Melalui Sekretaris Dissos P3APPKB Klaten, Sinung Nugroho menegaskan pihaknya tidak pernah menyebar link pendaftaran PKH apapun.
“Kami pastikan itu hoaks. Jangan pernah diklik, apalagi isi data pribadi,” tegasnya, Rabu (06/05/2026) siang.
Pesan berantai itu mengarahkan warga ke sebuah tautan agar mengisi NIK, nomor KK, dan rekening bank. Pelaku menjanjikan dana Rp2 juta akan cair ke rekening setelah formulir diisi. Pesan tersebut sudah masuk ke banyak grup WA warga Klaten dalam sepekan terakhir.
Sinung Nugroho menjelaskan, PKH tidak memakai sistem daftar mandiri lewat link. Ia menyebut pola ini murni penipuan.
“Penerima PKH itu dari DTKS. Datanya dari bawah, diverifikasi berjenjang sampai Kemensos. Tidak ada ceritanya warga daftar sendiri lewat whatsapp,” tegasnya.
Menurut Sinung, dikhawatirkan, link tersebut adalah _phishing_ untuk mencuri data, NIK, KK, dan nomor rekening yang diinput warga rawan disalahgunakan untuk pinjol ilegal, judi online, hingga pembobolan dana.
“Sekali data bocor, susah nariknya,” tandas Sinung Nugroho.
Dinsos Klaten meminta warga langsung hapus pesan itu dan stop meneruskan ke orang lain. Untuk informasi bansos, warga diminta tanya ke balai desa, pendamping PKH, atau datang langsung ke kantor Dinsos.
“Gratis, tidak ada pungutan dan tidak pakai link,” tambahnya.
Untuk mengecek status penerima bansos secara mandiri, Sinung menyarankan masyarakat mengakses situs resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id. Sementara pengaduan terkait hoaks bansos bisa disampaikan melalui https://www.lapor.go.id atau menghubungi Call Center Kemensos di 171.
Saat ini Dinsos sudah koordinasi dengan Diskominfo Klaten dan Tim Siber Polres Klaten untuk melacak penyebar link hoaks. Sosialisasi ke tingkat desa juga digencarkan lewat kecamatan agar warga tidak tertipu iming-iming bantuan instan. (i&o)

